Posted by : satriyo budi w
Jumat, 28 Februari 2014
komando pasukan khusus atau kopassus adalah satuan elit Indonesia yang sudah di akui oleh dunia luas. kopassus ini tidak mengukuti aturan susunan team yang terjun dalam pertempuran. seperti regu, kompi dan pleton. namun menggunakan satuan Grub. sehingga dalam tugasnya, kopassus tidak terpaku pada banyaknya anggota dalam satuan tersebut.
dalam unsur pimpinan, perwira tinggi yang menjadi pimpinan tertinggi kopassus adalah seorang jendral bintang dua. dan lagi-lagi perwira tinggi ini tidak di sebut panglima. seperti layaknya kesatuan lain di lingkungan AD. melainkan di sebut komandan jendral atau di singkat DANJEN.
dalam misi operasi akan di pimpin oleh perwira pertama atau menengah. tergantung dari beban misi yang di taggung. dalam operasinya, jarang sekali kopassus mengirim personelnya dalam jumblah yang banyak. karena seperti team elite negara lain, personel yang turun tidak sebanyak pasukan konvesional. dan konon katanya 1 orang prajurit kopassus setara dengan 5 personel pasukan reguler.
Komando Pasukan Khusus yang disingkat menjadi Kopassus adalah bagian dari Komando Utama (KOTAMA) tempur yang dimiliki oleh TNI Angkatan Darat, Indonesia. Kopassus memiliki kemampuan khusus seperti bergerak cepat di setiap medan, menembak dengan tepat, pengintaian, dan anti teror.
Dalam perjalanan sejarahnya, Kopassus berhasil mengukuhkan keberadaannya sebagai pasukan khusus yang mampu menangani tugas-tugas yang berat. Beberapa operasi yang dilakukan oleh Kopassus diantaranya adalah operasi penumpasan DI/TII, operasi militer PRRI/Permesta, Operasi Trikora, Operasi Dwikora, penumpasan G30S/PKI, Pepera di Irian Barat, Operasi Seroja di Timor Timur, operasi pembebasan sandera di Bandara Don Muang-Thailand (Woyla), Operasi GPK di Aceh, operasi pembebasan sandera di Mapenduma, serta berbagai operasi militer lainnya. Dikarenakan misi dan tugas operasi yang bersifat rahasia, mayoritas dari kegiatan tugas daripada satuan KOPASSUS tidak akan pernah diketahui secara menyeluruh. Contoh operasi KOPASSUS yang pernah dilakukan dan tidak diketahui publik seperti: Penyusupan ke pengungsi Vietnam di pulau Galang untuk membantu pengumpulan informasi untuk di kordinasikan dengan pihak Amerika Serikat (CIA), penyusupan perbatasan Malaysia dan Australia dan operasi patroli jarak jauh (long range recce) di perbatasan Papua nugini.
Prajurit Kopassus dapat mudah dikenali dengan baret merah yang disandangnya, sehingga pasukan ini sering disebut sebagai pasukan baret merah. Kopassus memiliki moto Berani, Benar, Berhasil.
dalam unsur pimpinan, perwira tinggi yang menjadi pimpinan tertinggi kopassus adalah seorang jendral bintang dua. dan lagi-lagi perwira tinggi ini tidak di sebut panglima. seperti layaknya kesatuan lain di lingkungan AD. melainkan di sebut komandan jendral atau di singkat DANJEN.
dalam misi operasi akan di pimpin oleh perwira pertama atau menengah. tergantung dari beban misi yang di taggung. dalam operasinya, jarang sekali kopassus mengirim personelnya dalam jumblah yang banyak. karena seperti team elite negara lain, personel yang turun tidak sebanyak pasukan konvesional. dan konon katanya 1 orang prajurit kopassus setara dengan 5 personel pasukan reguler.
Komando Pasukan Khusus yang disingkat menjadi Kopassus adalah bagian dari Komando Utama (KOTAMA) tempur yang dimiliki oleh TNI Angkatan Darat, Indonesia. Kopassus memiliki kemampuan khusus seperti bergerak cepat di setiap medan, menembak dengan tepat, pengintaian, dan anti teror.
Dalam perjalanan sejarahnya, Kopassus berhasil mengukuhkan keberadaannya sebagai pasukan khusus yang mampu menangani tugas-tugas yang berat. Beberapa operasi yang dilakukan oleh Kopassus diantaranya adalah operasi penumpasan DI/TII, operasi militer PRRI/Permesta, Operasi Trikora, Operasi Dwikora, penumpasan G30S/PKI, Pepera di Irian Barat, Operasi Seroja di Timor Timur, operasi pembebasan sandera di Bandara Don Muang-Thailand (Woyla), Operasi GPK di Aceh, operasi pembebasan sandera di Mapenduma, serta berbagai operasi militer lainnya. Dikarenakan misi dan tugas operasi yang bersifat rahasia, mayoritas dari kegiatan tugas daripada satuan KOPASSUS tidak akan pernah diketahui secara menyeluruh. Contoh operasi KOPASSUS yang pernah dilakukan dan tidak diketahui publik seperti: Penyusupan ke pengungsi Vietnam di pulau Galang untuk membantu pengumpulan informasi untuk di kordinasikan dengan pihak Amerika Serikat (CIA), penyusupan perbatasan Malaysia dan Australia dan operasi patroli jarak jauh (long range recce) di perbatasan Papua nugini.
Prajurit Kopassus dapat mudah dikenali dengan baret merah yang disandangnya, sehingga pasukan ini sering disebut sebagai pasukan baret merah. Kopassus memiliki moto Berani, Benar, Berhasil.
Secara garis
besar satuan dalam Kopassus dibagi dalam lima Grup, yaitu:
- Grup 1/Para Komando - berlokasi di Serang, Banten
- Grup 2/Para Komando - berlokasi di Kartasura, Jawa Tengah
- Pusat Pendidikan Pasukan Khusus - berlokasi di Batujajar, Jawa Barat
- Grup 3/Sandhi Yudha - berlokasi di Cijantung, Jakarta Timur
- Satuan 81/Penanggulangan Teror - berlokasi di Cijantung, Jakarta Timur
Kecuali Pusdikpassus,
yang berfungsi sebagai pusat pendidikan, Grup-Grup lain memiliki fungsi
operasional (tempur). Dengan demikian struktur Pusdikpassus berbeda dengan
Grup-Grup lainnya. Masing-masing Grup (kecuali Pusdikpassus), dibagi lagi dalam
batalyon,
misalnya: Yon 11, 12 dan 13 (dari Grup 1), serta Grup 21, 22 dan 23 (dari Grup
2).
Karena
berbeda dengan satuan pada umumnya, satuan di bawah batalyon
bukan disebut kompi,
tetapi detasemen, unit atau tim. Kopassus jarang melibatkan personel yang
banyak dalam suatu operasi. Supaya tidak terikat dengan ukuran baku pada kompi
atau peleton, maka Kopassus perlu memiliki sebutan tersendiri bagi satuannya,
agar lebih fleksibel.
Pangkat komandan
- Komandan Grup berpangkat Kolonel,
- Komandan Batalyon berpangkat Letnan Kolonel,
- Komandan Detasemen, Tim, Unit, atau Satuan Tugas Khusus, adalah perwira yang pangkatnya disesuaikan dengan beban tugasnya (mulai Letnan sampai Mayor).